Feeds:
Pos
Komentar

About Me

Assalamaualaikum warahmah…..

saya Kasmidar teman – teman biasanya memanggil saya dengan sebutan Nida, Idar, Kas, umi benar – benar nama yang pendek hanya saja banyak dimodifikasi jadi sebutanya banyak itulah kekayaan nama yang diberikan orng tua walau hanya satu kata namun berarti besar. Kata teman – teman nama ku aneh tapi aku bangga memiliki nama yang aneh, bearti juga memilki nilai jual yang tinggi..

Aku terlahir dari keluarga biasa dan sederhana yang keseharian keluargaku bekerja sebagai petani, tidak terlalu spesial pekerjaan orang tuaku namun aku menganggapnya sesuatu yang sangat spesial dan sangat berharga dibanding dengan apapun, terlahir dari seorang ibu bernama Nirhayati yang berprofesi sebagai seorang ibu rumah tangga dan petani. Ayah bernama Selamat yang berprofesi sebagai seorang PNS dan sekaligus bertani. dan saya merupakan generasi ke 2 dari Abubakar binti Adam yang dahulu berprofesi sebagai tukang bangunan pada masanya…..dan Hadist Binti Adam yang dahulu berprofesi sebagai seorang peternak,,,,

Karna bertani sudah merupakan suatu tradisi dikeluarga kami saya  ingin sedikit lebih maju, dinbandingkan dengan leluhur saya yang hanya memanfaatkan tenaga serta fikiran,saa ingin membawa mereka ke arah yang lebih maju oleh karena itu saya mengambil jurusan Perikanan di Akademi Perikanan Sidoarjo mungkin menurut orang – orang itu hal biasa…tapi mereka (Keluargaku ) sanagat bangga dengan apa yang teklah saya raih selama ini, karna dari SD hingga SMP aku hanya bersekolah di sekolah Negeri di Kampung yang terkadang bocor terkena Hujan dan kadang digantikan untuk tempat para peternak mengembala kambing.

Saya memiliki cita – cita untuk melakukan setidaknya apa yang saya lakukan, ya mungkin hanya dibidang Perikanan yang dapat saya tuliskan, namun yang saya iinginkan blog ini dapat bermanfaat bagi saudara – saudara yang membutuhkan referensi dan literatur mengenai perikanan dan sedikit curhat mengenai muslimah…demikian mungkin yang dapat saya sampaikan

Wassalam…..

Defined : Fishery….

What is a fishery product?

In Regulation 853/2004 fishery products are defined as:

  • all seawater or freshwater animals (except for live bivalve molluscs, live echinoderms, live tunicates and live marine gastropods, and all mammals, reptiles and frogs) whether wild or farmed and including all edible forms, parts and products of such animals.

Under this definition a fishery product would include crustaceans (such as prawns, lobsters, crayfish, crabs and shrimps), all cephalopods (such as octopus, squid and cuttlefish) and aquaculture products (such as farmed salmon, trout, prawns or shrimps), but not mammals such as whales.

Fishery products that have been processed, undergone a chemical or physical process (such as heating, smoking, salting, dehydration or marinating), been cooked, tinned or frozen, or made from a fishery product (such as a crab stick) must meet equivalent EU legislated hygiene standards. These standards cover handling, processing, storing and transporting fishery products.

Fish oils for human consumption fall within the scope of the fishery products definition and are subject to the aforementioned conditions. For the status of fish oils for human consumption see the Fishery Information Note issued on 27 November 2008 (FIN 20/2008) at the link below.

What are bivalve molluscs?

In Regulation 853/2004 bivalve molluscs are defined as:

  • filter feeding lamellibranch molluscs

However, in addition to bivalve molluscs the regulations apply the same conditions to tunicates, echinoderms and marine gastropods, setting criteria for production areas, harvesting, transportation, relaying and purification. If your product(s) contains any of these then you should check that the exporting country is authorised.

The following list indicates some of the species these categories cover:

  • Bivalve molluscs include oysters, mussels, clams, cockles and scallops
  • Tunicates include sea squirts
  • Echinoderms include sea urchins and sea cucumbers
  • Gastropods include whelks, winkles and abalone

Since these species are either filter feeders or feed exclusively on filter feeders they are susceptible to picking up and accumulating toxins or bacteriological contaminants from their environment. If these products are contaminated and eaten there could be a risk to human health. Therefore these species can only be commercially harvested from approved production areas, which are monitored to ensure they meet the toxin and microbiological criteria.

Approved non-EU countries wanting to export to the EU

Approved non-EU countries are those that have been issued with specific conditions for importing fishery products or bivalve molluscs into the EU following a visit by the EU Commission to establish whether standards of hygiene are equivalent to those required within the EU. The standards reviewed by EU inspectors cover harvesting, handling, treatment, packaging, transport and storage of consignments intended for human consumption.

For all non-EU countries that have met equivalent EU hygiene standards, the EU Commission publishes a list of that country’s approved establishments or bivalve mollusc production areas.

The list of approved non-EU countries and approved establishments and production areas from which the import of fishery products and live bivalve molluscs is authorised can be found on the European Commission website at the link below.

Imports of scallops from the United States
From 1 July 2010 imports of live, frozen or processed bivalve molluscs, echinoderms, tunicates and marine gastropods for human consumption from the United States are no longer permitted. However food business operators may continue to import the adductor muscle from pectinidae (scallops) of non-aquaculture origin.

Step-by-step guide to importing from approved non-EU countries
For more information about each approved non-EU country and Commission requirements for exporting fishery products or bivalve molluscs to the EU, the model health certificate needed and any further import restrictions, see further guidance (pdf document).

I. PENDAHULUAN

Latar Belakang

Sertifikat penerapan HACCP merupakan salah satu persyaratan mutlak dan wajib harus dimiliki oleh unit Pengolahan ikan, bila akan melakukan ekspor hasil produksi perikanannya.

Bagi unit Pengolahan ikan yang bekeinginan mendapatkan dan memiliki sertifikat penerapan HACCP harus mengacu kepada tata cara penerbitan HACCP sesuai peraturan kepala badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan No.Per.03/BKIPM/2011.

1. Proses Sertifikasi HACCP

– UPI mengajukan permohonan Sertifikasi kepada BKIPM

– BKIPM menugaskan inspektur Mutu untuk melakukan inspeksi ke UPI

– UPI membuat laporan tindakan perbaikan dan hasil temuan ke inspektur mutu untuk diverifikasi

– Laporan hasil verifikasi disampaikan ke BKIPM

– BKIPM melakukan proses sertifikasi penerapan HACCP hingga terbit, dan menyampaikan sertifikat tersebut secara langsung kepada pihak UPI

2. Persyaratan dan Tata Cara

2.1 Persyaratan

– Ruang lingkup UPI meliputi tempat/Unit yang melakukan sebagian atau keseluruhan kegiatan penagnan dan pengolahan hasil perikanan

– Sertifikat penerapan HACCP dalam satu unit manajemen dibedakan berdasarkan jenis olahan, unit proses/potensi bahaya (Hazard) yang berbeda

– UPI yang sudah menerapkan dan memenuhi persyaratan dasar tetapi belum menerapkan 7 prinsip HACCP diberikan sertifikat penerapan persyaratan dasar HACCP

– Memperkerjakan sekurang – kurang nya 1 Orang penangung jawab mutu yang memiliki sertifikat HACCP di bidang perikanan.

– Untuk memperoleh sertifikat HACCP, UPI harus memiliki :

a. Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Akta Notaris Pendirian  Perusahaan dibidang Pengolahan Hasil Perikanan, Ijin Usaha Perikanan (IUP) dan Tanda Daftar Usaha Perikanan.

b. Mendapat SKP hasil pembinaan dari Ditjen P2HP bagi UPI yang pertama kali mengajukan permohonan Sertifikat Penerapan HACCP

c. Memiliki dan menerapkan Sistem HACCP secara konsisten sesuai dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.01/MEN/2007 tentang persyaratan Jaminan Mutu Keamanan Hasil Perikanan dan Proses Produksi, Pengolahan dan Distributor.

d. Melakukan proses produksi secara aktif.

2.2 Tata Cara

2.2.1 Permohonan Sertifikat Penerapan HACCP

1.UPI mengajukan permohonan untuk mendapatkan sertifikat penerapan HACCP melalui pos atau surat elektronik kepada Kepala Pusat Sertifikasi Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan dengan melampirkan persyaratan sebagaimana dimaksud angka 1 huruf e (1) dan (2) buku panduan HACCP dan/atau cetak biru, atau gambar tata letak profil UPI dengan tembusan disampaikan kepada kepala Dinas dan Kepala UPT Badan.

2.Berdasarkan permohonan sebagaimana hurut a, Kepala Pusat Sertifikasi Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan melakukan audit kecukupan terhadap permohonan tersebut dan menginformasikan hasilnya kepada kepada pemohon apabila belum sesuai persyaratan.

3. Apabila berdasarkan hasil audit kecukupan telah memenuhi persyaratan, Kepala Pusat Sertifikasi Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan selambat – lambatnya 10 (sepuluh) hari kerja setelah menerima permohonan, menugaskan tim inspektur mutu untuk melakukan inspeksi

4. Tim inspektur mutu melakukan inspeksi berdasarkan persyaratan yang mengacu kepada Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.01/MEN/2007 tentang persyaratan Jaminan Mutu Keamanan Hasil Perikanan pada proses produksi, Pengolahan dan Distribusi dan Ketentuan lain yang berlaku.

5.UPI melakukan tindakan perbaikan terhadap hasil temuan ketidaksesuaian selambat – lambatnya 1 (satu) bulan kalender, dan melaporkan hasil tindakan perbaikan Kepala Pusat Sertifikasi Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan dengan tembusan kepada kepala UPT Badan

6.Khusus untuk perbaikan yang bersifat fisik, Kepala UPT Badan selambat – lambatnya 5 (lima) hari kerja setelah menerima laporan tindakan perbaikan dari UPI, menugaskan inspektur mutu melakukan verifikasi tindakan perbaikan dan melaporkan hasil tindakan kepada kepala pusat Sertifikasi Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan.

7. Kepala pusat sertifikasi mutu dan Keamanan Hasil Perikanan menugaskan tim isnspektur mutu untuk melakukan evaluasi terhadap semua tindakan perbaikan dari UPI dan melaporkan hasil evaluasi selambat – lambatnya 2 (DUA) hari kerja

8.Kepala Pusat sertifikasi mutu dan keamanan hasil perikanan menugaskan komisi Approval untuk melakukan evaluasi terhadap hasil verifikasi tindakan perbaikan dan melaporkan hasil evaluasi kepada Kpala Pusat selambat – lambatnya 3 (TIGA) hari kerja,

9.kepala pusat melaporkan hasil evaluasi kepada Kepala Badan selaku otoritas kompeten untuk selanjutnya menerbitkan sertifikat penerapan HACCP setelah disetujui oleh komisi Approval

10.Apabila dalam kurun waktu tersebut, UPI yang bersangkutan belum juga memenuhi persyaratan maka UPI diberikan perpanjangan waktu selambat – lambatnya 1 bulan untuk melakukan tindakan perbaikan.

11.Apabila dalam kurun waktu dimaksud pada no 10 UPI bersangkutan belum juga dapat memenuhi persyaratan, maka dinyatakan tidak lulus

12.sertifikat penerapan HACCP brlaku selama 1 Tahun sejak penerbitan

13. Sertifikat penerapan HACCP dilasifikasikan dalam 3 tingkatan yaitu :

– Tingkat A : Temuan ketidaksesuaian adalah : Kritis(Kr)=0,Serius =0 Mayor=Maksimal 5, Minor= Maksimal 6

– Tingkat B =Temuan ketidak sesuaian adalah kritis =0,Serius=maksimal 2,Mayor=maksimal 10, Minor=maksimal 7(jumlah mayor dan minor tidak lebih dari 10)

– Tingkat C= Temuan ketidaksesuaian adalahkritis = 0, Serius = maksimal 4, MMayor maksimal 11 dan minor maksimal =7

Sumber : Kementerian Kelautan dan Perikanan BKIPM

Terima kasih

Semoga bermanfaat

The next five years could be an exsplosive period for china’s seafood industry and could offer big invesment opportunities. And by 2015 it is expected to grow to 60% “Zhu Changliang, Vice chairman of seafood branch at the All-China federation of industry and commerce, said.

China is the world’s biggest seafood producer, providing 70 % of the global total worth $100 bilion whith about $20 bilion export.

“As demand in western countries has decreased and the yuan has appreciated, China’s seafood industry must gear it’s marketing stategy more toward the domestic market, ” said wang dawei, senior investment manager of the agriculture busines department of legend holding Ltd.

There are more than 10,000 companies in the seafood production industry now in China, but most of them are small players and the next step for the industry will be consolidation of these comapanies.

 

Source : The Fist Site

Halo dunia!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.